JavaScript Disabled

Showing posts with label Inspiration. Show all posts
Showing posts with label Inspiration. Show all posts

Today i see this new type of photography. It’s quite amazing. It just like ordinary photograph but with 'special' effect on it and make you amazed when you see it the first time.

so what cinemagraph  actually ?
Fernando says ”The cinemagraph are simply a .gif file with more artistic feel that the regular .gif you see everyday.”

Whereas aad says “a cinemagraph is a GIF that presents itself as a photo but presents only a few subtle details in motion.”

now we will look some 'extraordinary' GIF samples (click image for larger view)

Read More...


STEVE JOBS
1955-2011

Read More...

1.Jonathan James


James adalah orang Amerika, saat baru umur 16 taun dia dikirim ke penjara karena kelakuannya di dunia maya. Situs departemen pertahanan Amerika dibobol olehnya dan dia cuma bilang itu tantangan bagi dia dan merupakan suatu kesenangan tersendiri. NASA juga terkena dampak keisengan dia, James mencuri software NASA yang diperkirakan seharga $1.7 juta dollar AS. Sehingga NASA dipaksa untuk mematikan server dan sistemnya. Karena kelakuannya, dia
juga tidak boleh menyentuh komputer selama 10 tahun. Tapi sekarang dia sudah di jalan yang benar dan bikin sebuah perusahaan keamanan di bidang komputer.


Read More...

In 2004, Mark Zuckerberg, Dustin Moskovitz and Chris Hughes, three Harvard University students, launched a Web site designed to put students in touch with one another, share their photos and meet new people. They called it thefacebook.com, and before long the site became extremely popular on the Harvard campus. A month after the site launched, the creators expanded it to include students from Stanford, Columbia and Yale. By 2005, students in 800 college networks across the United States could join the network, and its membership grew to more than 5 million active users. In August of that year, the site's name changed to Facebook.

Read More...

kenapa udara terasa hampa hingga berat kuhirup,
kenapa tubuh begitu kaku untuk kugerakkan,
dan kenapa angin menyelinap di belakangku seperti tak ingin aku rengkuh,
apakah memang aku tak layak untuk disentuh?
aku hanya lihat air begitu bersemangat ingin memandikanku,
direngkuh dan diambil untuk disiramkan ke tubuh ini,

aku juga hanya melihat matahari bersinar setengah,
mungkin sudah enggan menyapa tubuh getas ini,
yah...mungkin tak layak sepertinya....,
tapi aku masih sedikit tersenyum,
karena aku lihat banyak teman yang memegang tanganku yang sudah mulai dingin,
walau mata mereka titikkan air kesedihan,
tapi hangat wajah mereka telah tenangkan aku,
yang sulit untuk bernafas,

Read More...

Kelahiran Nabi
Bagian-3


Pengantar

Kitab Mawahibul Laduniyyah bil Minah al-Muhammadaniyyah (Kurnia Ilahiah dalam Bentuk Kurnia Muhammadaniyyah) ditulis oleh Imam Ahmad Shihabuddin ibn Muhammad ibn Abu Bakr al-Qastallani (wafat 923H/1517 M), seorang ahli hadits yang mengarang syarah Sahih Bukhari (Irsyad as-Sari). Kitab Mawahib karangan beliau ini adalah kitab yang berisi biografi Nabi Muhammad sall-Allahu 'alayhi wasallam.

===============================================

A'uudzu billahi minasy syaithanirrajiim
Bismillahirrahmanirrahiim
Wassholatu wassalamu 'ala asyrafil anbiyaa-i wal Mursaliin Sayyidina
Muhammadin wa 'ala aalihi wasahbihi ajma'in



Kelahiran Ajaib Muhammad sall-Allahu 'alayhi wasallam

Amr ibn Qutaiba mendengar ayahnya, yang merupakan seseorang yang amat berilmu, mengatakan, "Ketika saatnya tiba bagi Aminah untuk melahirkan, Allah berfirman kepada para Malaikat, 'Bukalah seluruh pintu-pintu Langit, dan pintu-pintu Surga.' Matahari pada hari itu bersinar dengan cahaya yang agung, dan pada tahun itu pula Allah SWT mengizinkan seluruh wanita di Bumi untuk mengandung anak laki-laki, demi kehormatan Muhammad sall-Allahu 'alayhi wasallam."

Read More...

Biasanya saat kita ingin menulis suatu source code pada postingan kita,tampilan kode itu akan berantakan.
Belum lagi bila kode yang kita tuliskan itu berupa kode HTML, bisa jadi yang ditampilkan malah objek dari HTML tersebut.


Misalkan kita ingin menulis kode berikut :
<input type=text name=q size=41 maxlength=2048 value="TEST" title="TEST">

jika kita tulis dengan sintak yang sesuai,maka tampilan pada posting akan jadi seperti ini :


ada beberapa cara untuk membuat kode yang kita tulis dipostingan tampil sesuai dengan yang kita inginkan.

Manual,
Dengan cara kita merubah setiap karakter HTML yang otomatis di generate oleh mesin blog menjadi sintak-sintak HTML/Code. Dimana cara ini sangat tidak membantu dan sangat merepotkan.
Karena kita diharuskan merubah setiap sintak HTML kedalam bentuk ASCIInya.

Otomatis,
Nah cara ini mungkin lebih efektif, yaitu dengan menambah CSS untuk code kedalam template Blog.

untuk memasukkan kode css ini kedalam template, masuk ke Blog>>Layout>>Template>>EditHTML
Dibawah kode <body> sisipkan kode css berikut ini.

pre
{
background:#efefef;
border:1px solid #A6B0BF;
font-size:120%;
line-height:100%;
overflow:auto;
padding:10px;
color:#000000 }
pre:hover {
border:1px solid #efefef;
}




Nah untuk menggunakannya, pada saat kita menuliskan posting yang berisi suatu kode program HTML, ubah kode yang akan kita posting menjadi karakter-karakter ASCII melalui Postable, kemudian kita paste diantara TAG berikut :

<PRE>

</PRE>

hasilnya :


----- Simulasi Kode Program -----
<input type=text name=q size=41 maxlength=2048 value="TEST" title="TEST">



neat and simple huh...!

Sumber : Index Blog

Read More...

Suatu ketika seseorang yang sangat kaya mengajak anaknya mengunjungi sebuah kampung dengan tujuan utama memperlihatkan kepada anaknya betapa orang-orang bisa sangat miskin.

Mereka menginap beberapa hari di sebuah daerah pertanian yang sangat miskin.

Pada perjalanan pulang, sang Ayah bertanya kepada anaknya.

“Bagaimana perjalanan kali ini”

“Wah, sangat luar biasa Ayah”

“Kau lihatkan betapa manusia bisa sangat miskin” kata ayahnya.

“Oh iya” kata anaknya

“Jadi, pelajaran apa yang dapat kamu ambil” tanya ayahnya.


Kemudian si anak menjawab. “Saya saksikan bahwa

Kita hanya punya satu anjing, mereka punya empat.

Kita punya kolam renang yang luasnya sampai ketengah taman kita dan mereka memiliki telaga yang tidak ada batasnya.

Kita mengimpor lentera-lentera di taman kita dan mereka memiliki bintang-bintang pada malam hari.

Kita memiliki patio sampai ke halaman depan, dan mereka memiliki cakrawala secara utuh.

Kita memiliki sebidang tanah untuk tempat tinggal dan mereka memiliki ladang yang melampaui pandangan kita.

Kita punya pelayan-pelayan untuk melayani kita, tapi mereka melayani sesamanya.

Kita membeli untuk makanan kita, mereka menumbuhkannya sendiri.

Kita mempunyai tembok untuk melindungi kekayaan kita dan mereka memiliki sahabat-sahabat untuk saling melindungi.”

Mendengar hal ini sang Ayah tak dapat berbicara.

Kemudian sang anak menambahkan “Terimakasih Ayah, telah menunjukkan kepada saya betapa miskinnya kita.”

Sebenarnya…

Betapa seringnya kita melupakan apa yang kita miliki dan terus memikirkan apa yang tidak kita punya.

Apa yang dianggap tidak berharga oleh seseorang ternyata merupakan dambaan bagi orang lain.

Semua ini berdasarkan kepada cara pandang seseorang.

Membuat kita bertanya apakah yang akan terjadi jika kita semua bersyukur kepada Tuhan sebagai rasa terima kasih kita atas semua yang telah disediakan untuk kita daripada kita terus menerus khawatir untuk meminta lebih.


Sumber : julia@????.com

Read More...

Pembuahan
Bagian-3


Pengantar

Kitab Mawahibul Laduniyyah bil Minah al-Muhammadaniyyah (Kurnia Ilahiah dalam Bentuk Kurnia Muhammadaniyyah) ditulis oleh Imam Ahmad Shihabuddin ibn Muhammad ibn Abu Bakr al-Qastallani (wafat 923H/1517 M), seorang ahli hadits yang mengarang syarah Sahih Bukhari (Irsyad as-Sari). Kitab Mawahib karangan beliau ini adalah kitab yang berisi biografi Nabi Muhammad sall-Allahu 'alayhi wasallam.

===============================================

A'uudzu billahi minasy syaithanirrajiim
Bismillahirrahmanirrahiim
Wassholatu wassalamu 'ala asyrafil anbiyaa-i wal Mursaliin Sayyidina
Muhammadin wa 'ala aalihi wasahbihi ajma'in



Suatu ketika, saat sedang tertidur di halaman Ka'bah setelah Allah menyelamatkan Abdul Muttalib dari serangan Abrahah, ia melihat suatu mimpi yang menakjubkan. Ia pun terbangun ketakutan, dan mendatangi para peramal Quraisy, untuk menceritakan mimpinya. Mereka pun berkata padanya, "Mimpi itu adalah mimpi yang benar, akan muncul dari sulbimu seseorang yang seluruh penduduk Langit dan Bumi akan percaya padanya, dan seseorang yang akan menjadi sangat terkenal." Saat itu, Abdul Muttalib menikahi Fatimah, dan ia mengandung 'Abdullah. Dari Al Zabiih (RA), yang ceritanya amat masyhur.

Beberapa tahun kemudian, saat mereka pulang kembali ke rumah setelah mengorbankan seratus ekor unta sebagai qurban untuk menyelamatkan hidupnya, 'Abdullah (RA) dan ayahnya melewati seorang peramal Yahudi bernama Fatima. Ketika ia memandang wajah 'Abdullah (RA), yang saat itu adalah seorang laki-laki paling tampan dalam suku Quraisy, ia berkata, "Aku akan berikan padamu unta-unta sejumlah yang sama dengan yang telah diqurbankan untukmu, jika kau mahu berhubungan badan denganku sekarang." Peramal wanita itu berkata seperti ini kerana ia melihat di wajah 'Abdullah, cahaya kenabian (nuur Muhammad sall-Allahu 'alayhi wasallam), dan ia berharap ialah yang akan mengandung nabi termulia ini. 'Abdullah (RA) menjawab,

"Berkenaan dengan haram, kematian adalah lebih utama,

dan aku tidak melihat satu halal pun dalam pandangan,

dan tentang apa yang kau minta,

seorang yang terhormat haruslah menjaga kehormatan dan agamanya."

Pada hari berikutnya, 'Abdul Muttalib membawa 'Abdullah untuk bertemu dengan Wahab ibn Abd Manaaf, yang merupakan pimpinan dari Bani Zuhra, tuan mereka dalam silsilah dan asal usul. 'Abdul Muttalib menikahkan 'Abdullah (RA) dengan putri Wahab, Aaminah (RA), yang merupakan wanita terbaik dalam suku Quraisy, baik dalam silsilah mahupun kelahirannya. Mereka menjadi suami dan isteri di hari Senin, di salah satu hari Mina, di suatu jalan gunung milik Abu Talib. Dan Aminah pun mengandung Nabi sall-Allahu 'alayhi wasallam.

Pada hari berikutnya, 'Abdullah (RA) pergi keluar dan melewati wanita yang pernah melamarnya sebelumnya. 'Abdullah bertanya padanya, "Mengapa kau tidak menawarkan padaku hal apa yang pernah kau tawarkan padaku kemarin?" Wanita itu menjawab, "Cahaya yang kau bawa kemarin telah meninggalkanmu; kerana itu, aku tak membutuhkanmu lagi hari ini. Aku sempat berharap untuk memiliki cahaya itu dalam diriku, tapi Allah menghendakinya untuk ditaruh di tempat yang lain."

Begitu pembuahan Nabi sall-Allahu 'alayhi wasallam terjadi, begitu banyak pula keajaiban mulai terjadi pada Aminah. Sahl ibn 'Abdullah al-Tustari berkata, "Saat Allah menciptakan Muhammad sall-Allahu 'alayhi wasallam dalam rahim ibunya, di suatu malam Jumat dalam bulan Rajab, Allah SWT memerintahkan Ridwan, Penjaga Syurga-syurga, untuk membuka Syurga Tertinggi. Seorang penyeru mengumumkan di seluruh Langit dan Bumi bahwa cahaya tersembunyi yang akan membentuk Sang Nabi Pembimbing akan berdiam, pada malam itu juga, dalam rahim ibunya, di mana penciptaannya akan disempurnakan. Diwahyukan pula bahwa ia akan muncul sebagai seorang pembawa kabar gembira dan sebagai pemberi peringatan."

Diriwayatkan oleh Ka'ab Al-Ahbaar (RA), bahwa pada malam pembuahan Nabi sall-Allahu 'alayhi wasallam tersebut, diumumkan di Langit dan seluruh tingkatannya, dan juga di bumi dan segenap sudutnya, bahwa cahaya tersembunyi, dari mana sang Nabiyallah sall-Allahu 'alayhi wasallam diciptakan, akan mendiami rahim Aminah.

Juga, pada hari itu pula, seluruh berhala-berhala di muka bumi terbalik atas ke bawah. Suku Quraisy yang tadinya menderita kerana kekeringan yang parah dan penderitaan yang berat, melalui peristiwa yang barakah ini, bumi menjadi hijau dan pohon-pohon pun berbuah, dan barakah datang pada mereka dari segala arah. Kerana tanda-tanda barakah ini, tahun saat mana Muhammad sall-Allahu 'alayhi wasallam dibuahkan dikenal sebagai Tahun Kemenangan dan Kebahagiaan.

Ibn Ishaq meriwayatkan bahawa Aaminah (RA) biasa mengatakan bagaimana ia telah dikunjungi oleh para malaikat ketika ia sedang hamil dan mengandung Nabi sall-Allahu 'alayhi wasallam, dan ia diberitahu, "Engkau sedang mengandung seorang Tuan Pemimpin dari Ummat ini." Aminah pun berkata, "Aku tak pernah merasakan bahawa diriku tengah hamil dan mengandungnya, dan aku tak pernah mengalami kesulitan-kesulitan atau mengidam makanan seperti yang dialami wanita lainnya; aku hanya memperhatikan bahawa haidku telah berhenti. Suatu saat, seorang malaikat datang kepadaku di saat aku dalam keadaan antara tidur dan terjaga, dan ia berkata, 'Apakah engkau merasa bahwa dirimu tengah mengandung Penghulu seluruh manusia?', lalu ia pun meninggalkanku. Saat waktu kelahiran makin mendekat, ia datang lagi dan berkata, 'Katakanlah: Aku memohon perlindungan baginya dengan Yang Esa dari kejahatan setiap orang yang dengki, dan menamainya Muhammad.' "

Ibn 'Abbas (RA) berkat, "Salah satu di antara mu'jizat-mu'jizat pembuahan Nabi sall-Allahu 'alayhi wasallam adalah pada malam itu, setiap ekor hewan-hewan milik Quraisy berbicara dan mengatakan, 'Demi Tuhan dari Ka'bah, Utusan Allah telah dibuahkan pada rahim ibunya. Dialah pemimpin alam dan cahaya dari penghuni-penghuninya. Tak ada satu pun singgasana milik raja mana pun di dunia ini yang tidak terbalik atas ke bawah pada malam ini.' Hewan-hewan liar dari timur bergegas menemui hewan-hewan liar di barat menyampaikan kabar gembira ini, dan seperti itu pula penghuni lautan dan samudera memberi salam satu sama lain. Setiap hari pada bulan pembuahan beliau ini, ada suatu seruan di Langit dan Bumi: 'Bergembiralah, telah dekat waktunya ketika Abul Qasim akan muncul, terberkati dan beruntung.'"

Riwayat yang lain mengatakan bahawa pada malam itu, setiap dan seluruh rumah tercahayai, dan cahaya itu mencapai tempat mana pun dan setiap serta seluruh hewan pun berbicara.

Abu Zakariyya Yahia ibn Aa'its mengatakan, "Muhammad sall-Allahu 'alayhi wasallam tinggal dalam rahim ibunya selama sembilan bulan penuh, saat mana ibunya tak pernah mengeluh sakit atau apa pun yang biasa dialami wanita hamil. Ibunya biasa berkata, 'Aku tak pernah melihat kehamilan yang lebih mudah daripada yang ini, atau yang lebih barakah.'"

Ketika Aaminah (RA) berada dalam bulan kedua kehamilannya, 'Abdullah wafat di Madinah di antara paman-pamannya dari Bani Al Najjar, dan ia dimakamkan di Al Abwa'. Diriwayatkan pula bahawa ketika 'Abdullah RA wafat, para malaikat berkata, "Wahai, Tuhan dan Raja kami, Nabi-Mu telah menjadi seorang yatim." Allah berfirman, "Aku-lah Pelindung dan Pendukungnya."


Allahumma salli afdalas salaati 'ala habiibikal Mushtofa Sayyidina Muhammadin wa 'ala aalihi wasahbihi wasallaam


Sumber : http://ngaji.net/

Read More...

Penciptaan tubuh nabi
Bagian-2

Pengantar

Kitab Mawahibul Laduniyyah bil Minah al-Muhammadaniyyah (Kurnia Ilahiah dalam Bentuk Kurnia Muhammadaniyyah) ditulis oleh Imam Ahmad Shihabuddin ibn Muhammad ibn Abu Bakr al-Qastallani (wafat 923H/1517 M), seorang ahli hadits yang mengarang syarah Sahih Bukhari (Irsyad as-Sari). Kitab Mawahib karangan beliau ini adalah kitab yang berisi biografi Nabi Muhammad sall-Allahu 'alayhi wasallam.

===============================================

A'uudzu billahi minasy syaithanirrajiim
Bismillahirrahmanirrahiim
Wassholatu wassalamu 'ala asyrafil anbiyaa-i wal Mursaliin Sayyidina
Muhammadin wa 'ala aalihi wasahbihi ajma'in



Ka'ab al Ahbaar radhiy-Allahu 'anhu mengatakan, "Ketika Allah SWT menginginkan untuk menciptakan Muhammad sall-Allahu 'alaihi wasallam, Ia memerintahkan Malaikat Jibril untuk membawa kepada-Nya tanah liat yang menjadi jantung dari bumi, yang menjadi kemegahan dan cahayanya. Jibril pun turun, ditemani beberapa malaikat dari Tempat Tertinggi di Surga. Ia mengambil segenggam tanah untuk penciptaan Nabi sall-Allahu 'alaihi wasallam dari suatu tempat yang kini menjadi makam suci beliau sall-Allahu 'alaihi wasallam; tanah itu berkilau putih cerah. Kemudian ia meremas dan mengaduk tanah itu dengan air ciptaan terbaik dari Air Terjun Surgawi Tasniim, yang berada dalam sungai-sungai jernih yang mengalir di Syurga. Ia mengaduknya sampai tanah itu menjadi suatu mutiara putih dengan pancaran warna putihnya yang cemerlang. Para malaikat membawanya, mengelilingi 'Arasy Surgawi dan gunung-gunung dan samudera. Dengan begitu, para malaikat dan seluruh makhluq menjadi tahu akan keberadaan junjungan kita Muhammad sall-Allahu 'alaihi wasallam dan kehormatan beliau; sebelum mereka mengetahui Adam."

Ibn 'Abbas radhiy-Allahu 'anhumengatakan, "Asal usul dari tanah liat Nabi Muhammad sall-Allahu 'alaihi wasallam adalah dari pusat bumi, di Makkah, di titik di mana Ka'bah berdiri. Kerana itu pula, Muhammad sall-Allahu 'alaihi wasallam menjadi asal usul penciptaan, dan semua makhluq ciptaan adalah pengikut-pengikut beliau."

Pengarang Awarif al Ma'arif [al-Suhrawardi], berkata bahwa ketika Banjir meluap, menebarkan buih ke seluruh penjuru, esensi dari Nabi sall-Allahu 'alaihi wasallam berhenti hingga ke suatu tempat di dekat tanah kubur beliau di Madinah, sehingga beliau sall-Allahu 'alaihi wasallam menjadi seseorang yang termasuk dalam Makkah maupun Madinah.

Diriwayatkan bahwa ketika Allah Subhanahu Wa Ta'ala menciptakan Adam 'alaihissalam, Ia Subhanahu Wa Ta'ala mengilhamkan kepada Adam untuk bertanya, "Wahai Tuhan, mengapakah Engkau memberiku nama panggilan, Abu Muhammad (ayah dari Muhammad)?" Allah menjawab, "Wahai Adam, angkat kepalamu." Adam pun mengangkat kepalanya dan ia melihat cahaya dari Muhammad sall-Allahu 'alaihi wasallam dalam kubah 'Arsy. Adam kemudian bertanya lagi, "Wahai Tuhan, cahaya apakah ini?" Allah menjawab, "Ini adalah cahaya dari seorang Nabi keturunanmu. Namanya di Surga adalah Ahmad, dan di Bumi namanya Muhammad sall-Allahu 'alaihi wasallam. Jika bukan demi dirinya, tentu Aku tidak akan menciptakan dirimu, tidak pula Langit, tidak pula Bumi."

'Abd al-Razzaq meriwayatkan, dari Jabir bin 'Abdullah radhiy-Allahu 'anhu, bahwa ia berkata, "Ya RasulAllah, semoga ayahku dan ibuku dikorbankan demi dirimu, ceritakan padaku tentang hal pertama yang Allah ciptakan, sebelum yang lain-lainnya." Beliau menjawab, "Wahai Jabir, Allah menciptakan, sebelum apa pun yang lain, cahaya Nabimu dari cahaya-Nya. Cahaya itu mulai bergerak ke mana pun Allah kehendaki dengan Qudrat Ilahiah Allah. Pada saat itu belum ada kitab(Lauh) belum pula Pena; belum ada Surga maupun Neraka, tidak ada malaikat; tidak ada Langit, tidak pula Bumi; tak ada Matahari maupun Bulan, tak ada Jin ataupun manusia. Ketika Allah ingin untuk menciptakan makhluq-Nya, Ia membagi cahaya itu menjadi empat bagian. Dari bagian pertama, Ia menciptakan Pena, dari yang kedua, kitab(Lauh), dan dari yang ketiga, 'Arasy. Kemudian, Ia membagi bagian keempat menjadi empat bagian: bagian pertama membentuk para pembawa 'Arasy, bagian kedua menjadi penunjang kaki 'Arasy, dan dari bagian ketiga Ia menciptakan malaikat-malaikat lainnya. Ia kemudian membagi bagian keempat menjadi empat bagian lagi: Ia menciptakan langit dari bagian pertama, bumi-bumi dari bagian kedua, Surga dan Neraka dari bagian ketiga. Kemudian Ia membagi lagi bagian keempat sisanya menjadi empat bagian: menciptakan cahaya firasat orang-orang beriman dari bagian pertama, cahaya kalbu-kalbu mereka(yaitu ma'rifat Allah) dari bagian kedua, dan dari bagian ketiga Ia ciptakan cahaya kesenangan dan kegembiraan (Uns, iaitu Laa ilaha illa Allah, Muhammadun Rasuulullah).

Suatu riwayat lain dari 'Ali ibn Al-Husain radhiy-A llahu 'anhu dari ayahnya [yaitu Husain ibn 'Ali ibn Abi Talib, peny.] radhiy-Allahu 'anhu, dari tuannya [yaitu 'Ali ibn Abi Talib] karram-Allahu wajhahu, dari Nabi sall-Allahu 'alaihi wasallam yang bersabda, "Aku adalah suatu cahaya di hadapan Tuhanku, empat belas ribu tahun sebelum penciptaan Adam." Telah pula diriwayatkan bahwa ketika Allah menciptakan Adam 'alaihissalam, Ia Subhanahu Wa Ta'ala menaruh cahaya itu di punggung Adam, dan cahaya itu bisa berkilau dari bagian depannya, menelan seluruh sisa cahayanya. Kemudian Allah menaruh cahaya itu ke 'Arasy Kekuasaan-Nya, dan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya membawanya di pundak mereka, dan memerintahkan mereka pula untuk membawa Adam berkeliling di Langit dan mempertunjukkan padanya keindahan-keindahan Kerajaan-Nya.

Ibn 'Abbas radhiy-Allahu 'anhu berkata, Penciptaan Adam adalah pada hari Jumat di sore hari. Allah kemudian menciptakan baginya Hawa', istrinya, dari satu tulang rusuk kirinya ketika ia sedang tertidur. Saat ia bangun dan melihat Hawa', Adam merasa tenteram dengannya, dan ia mulai merentangkan tangannya ke Hawa'. Malaikat berkata, "Berhenti, Adam." Adam berkata, "Kenapa, tidakkah Allah menciptakannya untukku?" Mereka menjawab, "Tidak boleh hingga kau membayar mas kawin padanya". Adam bertanya, "Apa mas kawinnya?" Para Malaikat menjawab, "Dengan membaca salawat atas Muhammad tiga kali." [dan dalam riwayat lain, dua puluh kali].

Telah pula diriwayatkan bahwa ketika Adam 'alaihissalam meninggalkan Surga, ia melihat tertulis di kaki 'Arasy dan di setiap titik dalam Syurga, nama Muhammad sall-Allahu 'alaihi wasallam di samping nama Allah. Adam bertanya, "Wahai Tuhan, siapakah Muhammad?" Allah menjawab, "Dia adalah anakmu, yang jika seandainya tidak demi dirinya, tentu Aku tidak akan menciptakanmu." Kemudian Adam berkata, "Wahai Tuhan, demi anak ini, kurniakanlah rahmat pada ayahnya." Allah memanggil, "Wahai Adam, seandainya engkau akan bersyafa'at melalui Muhammad sall-Allahu 'alaihi wasallam bagi seluruh penduduk Langit dan Bumi, Kami akan kabulkan permohonan syafa'atmu."

'Umar Ibn al-Khattab radhiy-Allahu 'anhu berkata bahawa Sayyidina Muhammad sall-Allahu 'alaihi wasallam bersabda, "Ketika Adam berbuat dosa, ia berkata, 'Ya Allah, aku memohon kepadamu demi Muhammad untuk mengampuniku.' Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman padanya, 'Bagaimana dirimu tahu akan Muhammad padahal Aku belum menciptakannya?' Adam menjawab, 'Karena ketika Engkau, Ya Tuhanku, menciptakanku dengan Tangan-Mu, dan meniupkan padaku dari Ruh-Mu, aku memandang ke atas dan melihat tertulis di kaki-kaki 'Arasy, Laa ilaaha illallah, Muhammadun Rasuulullah. Aku tahu bahwa Engkau tidak akan menaruh suatu nama di samping Nama-Mu, melainkan pastilah itu adalah nama seseorang yang paling Kau-cintai dari makhluq-Mu.' Allah berfirman, ' Adam, kau telah mengatakan kebenaran: dialah yang paling Kucintai di antara makhluq ciptaan-Ku. Dan karena engkau telah memohon pada-Ku demi dirinya, engkau kuampuni. Seandainya tidak untuk Muhammad, Aku tak akan menciptakanmu. Dialah penutup para Nabi dari keturunanmu.'"

Dalam Hadits Salman radhiy-Allahu 'anhu, diriwayatkan bahawa Jibril 'alaihissalam turun menemui Nabi sall-Allahu 'alaihi wasallam dan berkata, "Tuhanmu mengatakan, 'Jika Aku telah menjadikan Ibrahim sebagai yang Ku-cintai, sahabat dekat (khalil), Aku pun menganggapmu demikian. Tak pernah Ku-ciptakan makhluq apa pun yang lebih berharga bagi-Ku daripada dirimu, dan telah Ku-ciptakan dunia ini dan penduduknya dengan maksud untuk membiarkan mereka mengetahui kehormatanmu dan mengetahui arti keberadaanmu bagi-Ku; dan seandainya tidak untukmu, tidaklah Kuciptakan dunia ini'".


Hawa' 'alaihassalam melahirkan empat puluh anak dari Adam 'alaihissalam, dalam dua puluh kali kelahiran; tetapi ia melahirkan Seth [atau Syits] 'alaihissalam secara terpisah, sebagai kehormatan bagi junjungan kita Muhammad sall-Allahu 'alaihi wasallam, yang cahayanya berpindah dari Adam ke Seth. Sebelum wafatnya, Adam menitipkan pemeliharaan anak-anaknya kepada Seth, dan ia pun, sebagai gilirannya, mempercayakan pada anak-anak tersebut, wasiat dari Adam: untuk menaruh cahaya itu hanya pada wanita yang suci. Wasiat ini berlanjut, abad demi abad, sampai Allah memberikan cahaya itu kepada Abdul Muttalib dan puteranya, Abdullah. Dengan cara inilah, Allah menjaga kemurnian silsilah tanpa cela dari Nabi Muhammad sall-Allahu 'alayhi wasallam, dari perzinaan orang-orang bodoh.

Ibn 'Abbas radiyAllahu 'anhu berkata, "Muhammad sall-Allahu 'alaihi wasallam bersabda, 'Tak satu pun perzinaan jahil menyentuh kelahiranku. Aku dilahirkan tidak lain hanya dengan pernikahan Islam.'"

Hisyam ibn Muhammad Al-Kalbi meriwayatkan bahwa ayahnya berkata, "Aku menghitung bagi (silsilah) Nabi Muhammad sall-Allahu 'alaihi wasallam ada lima ratus ribu ibu, dan tak kutemukan di antara mereka satu jejak pun perzinaan, atau apa pun dari interaksi orang-orang bodoh."

Ali radiyAllahu 'anhu berkata bahawa Nabi sall-Allahu 'alaihi wasallam bersabda, "Aku datang dari pernikahan, aku tidak datang dari perzinaan; dari Adam hingga diriku dilahirkan dari ayah dan ibuku, tak satu pun perzinaan orang jahil yang menyentuh diriku."

Ibn 'Abbas radiyAllahu 'anhu berkata bahawa Nabi Muhammad sall-Allahu 'alaihi wasallam bersabda, "Orang tua moyangku tak pernah melakukan perzinaan. Allah menjaga memindahkanku dari sulbi yang baik ke rahim yang suci, murni dan tersucikan; bila saja ada dua jalan untuk berpindah, aku menuju ke yang terbaik di antara mereka."

Anas radiyAllahu 'anhu berkata bahawa Nabi Muhammad sall-Allahu 'alaihi wasallam membaca, "La qad jaa-akum Rasuulum min Anfusikum" [QS. 9:128], dan bersabda, "Aku adalah yang terbaik di antara kalian dalam silsilahku, dalam hubungan-hubungan-ku dan nenek moyangku: tak ada perzinaan pada ayah-ayahku dalam setiap tingkat hingga ke Adam."

'Aisyah radiyAllahu 'anhu meriwayatkan dari Nabi sall-Allahu 'alaihi wasallam bahawa Jibril 'alaihissalam berkata, "Aku telah meneliti Bumi dari timur ke barat, dan tak kutemui seorang manusia pun yang lebih baik dari Muhammad sall-Allahu 'alaihi wasallam, dan tak kutemui seorang anak laki-laki dari ayah mana pun yang lebih baik dari anak-anak Hasyim (Bani Hasyim)."

Dalam Sahih Al-Bukhari, Abu Hurairah radiyAllahu 'anhu meriwayatkan bahwa Nabi sall-Allahu 'alaihi wasallam bersabda, "Aku telah diutus dari generasi terbaik dari Anak-anak Adam, satu demi satu hingga aku mencapai keadaanku sekarang ini."

Dalam Sahih Muslim, Watsila ibn al-Aska' meriwayatkan bahwa Muhammad sall-Allahu 'alaihi wasallam bersabda, "Allah telah memilih Kinana dari anak-anak Isma'il, dan Quraisy dari Kinana, dan dari Quraish, anak-anak Hasyim, dan akhirnya memilihku dari Bani Hasyim."

Al 'Abbas radiyAllahu 'anhu berkata Nabi Muhammad sall-Allahu 'alaihi wasallam bersabda, "Allah menciptakan makhluq, dan menempatkanku dalam kelompok-kelompok terbaik, dan yang terbaik dari dua kelompok; kemudian Ia memilih suku, dan menaruhku pada yang terbaik di antara keluarga-keluarga mereka. Karena itulah, aku memiliki kepribadian terbaik, roh dan sifat terbaik, dan memiliki asal-usul terbaik di antara mereka."

Ibn 'Umar radiyAllahu 'anhu berkata bahawa Muhammad sall-Allahu 'alaihi wasallam bersabda, "Allah memeriksa ciptaan-Nya dan memilih Bani Adam (manusia) dari mereka; Ia memeriksa Bani Adam dan memilih orang-orang Arab darinya; Ia memeriksa kaum Arab dan memilihku dari antara mereka. Karenanya, aku selalu menjadi yang terpilih di antara yang terpilih. Lihatlah, orang-orang yang mencintai kaum Arab, adalah karena cinta kepadaku hingga mereka mencintai kaum Arab, dan mereka yang membenci kaum Arab, adalah karena mereka membenciku hingga mereka pun membenci Arab."

Ketahuilah bahwa Muhammad sall-Allahu 'alaihi wasallam tidaklah terkait (memiliki) secara langsung pada saudara laki-laki atau perempuan siapa pun dari orang tua-orang tuanya; beliau sall-Allahu 'alaihi wasallam adalah anak satu-satunya mereka dan silsilah mereka berhenti pada beliau. Dengan begitu, beliau secara eksklusif 'memegang penuh' suatu silsilah yang Allah (SWT)inginkan menjadi yang tertinggi yang dapat dicapai suatu kenabian, dan yang memegang puncak kehormatan.

Jika Anda memeriksa status silsilah beliau sall-Allahu 'alaihi wasallam dan mengetahui kesucian kelahiran beliau sall-Allahu 'alaihi wasallam, Anda akan yakin bahwa silsilah beliau adalah suatu keturunan dari ayah-ayah yang terhormat, kerana beliau adalah Al-Nabi sall-Allahu 'alaihi wasallam, Al 'Arabi sall-Allahu 'alaihi wasallam, Al Abtahi sall-Allahu 'alaihi wasallam, Al Harami sall-Allahu 'alaihi wasallam, Al Hasyimi sall-Allahu 'alaihi wasallam, Al Quraisyi sall-Allahu 'alaihi wasallam, elite dari Bani Hasyim, seseorang yang telah dipilih dari suku-suku terunggul bangsa Arab, dari silsilah terbaik, keturunan paling mulia, cabang yang paling subur, pilar tertinggi, asal usul terbaik, akar-akar terkuat, memiliki lidah terfasih, gaya bicara terhalus, derajat kebajikan yang paling memberatkan, iman paling sempurna, persahabatan paling kuat, kaum kerabat paling terhormat dari kedua pihak orang tua, dan dari tanah Allah yang paling mulia. Beliau sall-Allahu 'alaihi wasallam memiliki banyak nama dan yang paling terkemuka adalah Muhammad sall-Allahu 'alaihi wasallam ibn (putera) Abdullah. Beliau juga adalah putera Abdul Muttalib, yang namanya adalah Syaybat-ul Hamd, anak Hasyim, yang namanya adalah Amr; anak dari Abd Manaaf, yang namanya adalah al-Mughiirah, anak dari Qusai, yang namanya adalah Mujammi', anak dari Kilaab, yang namanya Hakiim, ibn Murra, ibn Ka'b (dari suku Quraisy), ibn Lu'ai, ibn Ghalib, ibn Fihr, yang namanya adalah Kinana, ibn Khuzaima, ibn Mudrika, ibn Ilias, ibn Mudhar, ibn Nizar, ibn Ma'add, ibn Adnan.

Ibn Dihia berkata, "Para ulama setuju dan kesepakatan ulama adalah bukti bahawa Nabi Muhammad sall-Allahu 'alaihi wasallam telah menyebutkan silsilah beliau hingga Adnan, dan tidak menyebutkan di atas itu."

Ibn 'Abbas radiyAllahu 'anhu meriwayatkan bahwa bila saja Muhammad sall-Allahu 'alaihi wasallam menyebutkan silsilahnya beliau tak pernah menyebut di atas Ma'add, ibn Adnan, dan akan berhenti, dengan mengatakan, "Para genealogis (ahli silsilah) telah berbohong." Beliau akan mengulangi ucapannya itu dua atau tiga kali. Ibn 'Abbas juga berkata, "Di antara Adnan dan Isma'il ada tiga puluh ayah yang tak diketahui [namanya, red.]."



Ka'b al-Ahbaar radiyAllahu 'anhu berkata, "Ketika cahaya Muhammad sall-Allahu 'alaihi wasallam sampai pada Abdul Muttalib, dan dia telah mencapai usia kedewasaan, dia tidur suatu hari di halaman Ka'bah; ketika ia bangun, matanya terhitamkan dengan antimony (kohl), rambutnya terminyaki, ia terhiasi dengan jubah yang indah dan cantik. Ia terkejut, tak mengetahui siapa yang telah melakukan hal itu padanya. Ayahnya menggapai tangannya dan segera membawanya ke tukang ramal Quraisy; mereka menasihatinya untuk menikah, dan ia pun menikah. Bau dari misk terbaik biasa memancar keluar dari dirinya, dengan Nur (cahaya) dari Muhammad sall-Allahu 'alaihi wasallam berkilauan dari dahinya. Bila saja terjadi kekeringan, kaum Quraisy biasa membawanya ke Gunung Tsabiir, dan berdoa kepada Allah melalui dirinya memohon Allah untuk menurunkan hujan. Allah akan menjawab doa mereka dan menurunkan hujan karena barakah dari Nur Muhammad sall-Allahu 'alaihi wasallam."

Ketika Abrahah, raja Yaman datang untuk menghancurkan rumah suci (Ka'bah) dan kabar tentang ini sampai ke kaum Quraisy, Abd al-Muttalib berkata pada mereka, "Ia tak akan sampai ke Rumah ini, karena Rumah ini di bawah perlindungan Tuhannya." Dalam perjalanannya ke Makkah, Abrahah menjarah unta-unta dan domba kaum Quraisy, di antaranya empat ratus unta betina milik Abd Al-Muttalib. Ia dan banyak dari kaum Quraisy pergi ke Gunung Tsabiir. Setelah mendaki gunung tersebut, cahaya dari NabiyAllah sall-Allahu 'alaihi wasallam muncul dalam bentuk suatu lingkaran di dahinya seperti sebuah bulan sabit, dan sinarnya terpantulkan ke Rumah Suci Ka'bah. Ketika 'Abdul Muttalib melihat hal itu, ia berkata, "Wahai, kaum Quraisy, engkau boleh kembali sekarang, sudah aman. Demi Allah, kini cahaya ini telah membentuk suatu lingkaran pada diriku, tak ada keraguan bahwa kemenangan menjadi milik kita."

Mereka kembali ke Makkah, di mana mereka bertemu seorang laki-laki yang diutus Abrahah. Saat melihat wajah 'Abdul Muttalib, laki-laki tersebut tertegun, lidahnya tergagap-gagap. Ia pun pingsan, sambil melenguh seperti lembu jantan yang tengah disembelih. Ketika ia sadar kembali, ia pun jatuh bersujud kepada Abdul Muttalib, sambil berkata, "Aku bersaksi bahwa engkau benar-benar Pemimpin Kaum Quraisy."

Telah diriwayatkan pula bahawa ketika Abdul Muttalib muncul di depan Abrahah, gajah putih yang besar dalam pasukannya melihat ke wajah Abdul Muttalib dan jatuh berlutut seperti seekor unta, dan jatuh bersujud. Allah membuat gajah tersebut berbicara, berkata, "Keselamatan bagi cahaya di sulbimu, wahai Abd al-Muttalib." Ketika pasukan Abrahah mendekat untuk menghancurkan Ka'bah suci, gajah tadi berlutut kembali. Mereka memukulinya kepalanya dengan hebat untuk membuatnya berdiri, yang tak mahu ia lakukan. Tetapi, ketika mereka memutarnya menuju Yaman, ia pun berdiri. Kemudian Allah mengirimkan untuk melawan mereka, armada-armada burung dari lautan, setiap ekor dari mereka membawa tiga batu: satu dalam paruhnya, dan satu dalam setiap cakar kakinya. Batu-batu itu memiliki ukuran seperti miju-miju, dan jika satu batu mengenai seorang prajurit, prajurit itu akan terbunuh. Pasukan Abrahah lari tunggang langgang. Abrahah sendiri terserang suatu penyakit. ujung jari-jarinya terlepas, satu demi satu. Tubuhnya mengeluarkan darah dan nanah, dan akhirnya jantungnya terbelah, dan ia pun tewas.

Peristiwa inilah yang diacu oleh Allah ketika Ia berfirman pada Nabi-Nya sall-Allahu 'alaihi wasallam, mengatakan, "Tahukah engkau bagaimana Tuhanmu memperlakukan Pasukan Gajah..." (QS Al-Fiil:1-5). Peristiwa ini adalah suatu tanda akan martabat dari junjungan kita, Muhammad sall-Allahu 'alaihi wasallam, dan suatu tanda akan kenabiannya, dan kedudukannya. Peristiwa ini juga menunjukkan kehormatan yang dikurniakan pada masyarakatnya, dan bagaimana mereka dilindungi, yang membuat kaum Arab menyerah pada mereka, dan percaya pada kemuliaan dan keunggulan mereka, kerana adanya perlindungan Allah atas diri mereka dan pembelaan-Nya pada mereka melawan plot dari Abrahah yang seakan-akan tak terkalahkan.

Tamat untuk Penciptaan Tubuh Suci Nabi sall-Allahu 'alaihi wasallam...


Allahumma salli afdalas salaati 'ala habiibikal Mushtofa Sayyidina Muhammadin wa 'ala aalihi wasahbihi wasallaam


Sumber : http://ngaji.net/

Read More...

Penciptaan roh Nabi
Bagian -1

Pengantar

Kitab Mawahibul Laduniyyah bil Minah al-Muhammadaniyyah (Kurnia Ilahiah dalam Bentuk Kurnia Muhammadaniyyah) ditulis oleh Imam Ahmad Shihabuddin ibn Muhammad ibn Abu Bakr al-Qastallani (wafat 923H/1517 M), seorang ahli hadits yang mengarang syarah Sahih Bukhari (Irsyad as-Sari). Kitab Mawahib karangan beliau ini adalah kitab yang berisi biografi Nabi Muhammad sall-Allahu 'alayhi wasallam.

===============================================

A'uudzu billahi minasy syaithanirrajiim
Bismillahirrahmanirrahiim
Wassholatu wassalamu 'ala asyrafil anbiyaa-i wal Mursaliin Sayyidina
Muhammadin wa 'ala aalihi wasahbihi ajma'in



Saat Allah Subhanahu wa Ta'ala mengeluarkan keputusan Ilahiah untuk mewujudkan makhluq, Ia pun menciptakan Hakikat Muhammadaniyyah (Realiti Muhammad –Nuur Muhammad) dari Cahaya-Nya. Ia Subhanahu wa Ta'ala kemudian menciptakan dari Hakikat ini keseluruhan alam, baik alam atas maupun bawah. Allah Subhanahu wa Ta'ala kemudian memberitahu Muhammad akan Kenabiannya, sementara saat itu Adam masih belum berbentuk apa-apa kecuali berupa ruh dan badan. Kemudian darinya (dari Muhammad) keluar tercipta sumber-sumber dari ruh, yang membuat beliau lebih luhur dibandingkan seluruh makhluq ciptaan lainnya, dan menjadikannya pula ayah dari semua makhluq yang wujud. Dalam Sahih Muslim, Nabi (SAW) bersabda bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala telah menulis Taqdir seluruh makhluq lima puluh ribu tahun (dan tahun di sisi Allah adalah berbeda dari tahun manusia) sebelum Ia menciptakan Langit dan Bumi, dan `Arasy-Nya berada di atas Air, dan di antara hal-hal yang telah tertulis dalam ad-Dzikir, yang merupakan Umm al-Kitab (induk Kitab), adalah bahwa Muhammad sall-Allahu 'alayhi wasallam adalah Penutup para Nabi. Al Irbadh ibn Sariya, berkata bahawa Nabi sall-Allahu 'alayhi wasallam bersabda, "Menurut Allah, aku sudah menjadi Penutup Para Nabi, ketika Adam masih dalam bentuk tanah liat."

Maysara al-Dhabbi (ra) berkata bahawa ia bertanya pada Nabi sall-Allahu 'alayhi wasallam, "Ya RasulAllah, bilakah Anda menjadi seorang Nabi?" Beliau sall-Allahu 'alayhi wasallam menjawab, "Ketika Adam masih di antara ruh dan badannya."

Suhail bin Salih Al-Hamadani berkata, "Aku bertanya pada Abu Ja'far Muhammad ibn `Ali radiy-Allahu 'anhu, `Bagaimanakah Nabi Muhammad sall-Allahu 'alayhi wasallam bisa mendahului nabi-nabi lain sedangkan beliau akan diutus paling akhir?" Abu Ja'far radiy-Allahu 'anhu menjawab bahwa ketika Allah menciptakan anak-anak Adam (manusia) dan menyuruh mereka bersaksi tentang Diri-Nya (menjawab pertanyaan-Nya, `Bukankah Aku ini Tuhanmu?'), Muhammad sall-Allahu 'alayhi wasallam-lah yang pertama menjawab `Ya!' Karena itu, beliau mendahului seluruh nabi-nabi, sekalipun beliau diutus paling akhir."

Al-Syaikh Taqiyu d-Diin Al-Subki mengkomentari hadis ini dengan mengatakan bahwa Karena Allah Ta'ala menciptakan arwah (jamak dari ruh) sebelum tubuh fisik, perkataan Muhammad sall-Allahu 'alayhi wasallam "Aku adalah seorang Nabi," ini mengacu pada roh suci beliau, mengacu pada hakikat beliau; dan akal fikiran kita tak mampu memahami hakikat-hakikat ini. Tak seorang pun memahaminya kecuali Dia yang menciptakannya, dan mereka yang telah Allah dukung dengan Nur Ilahiah.

Jadi, Allah Subhanahu wa Ta'ala telah mengkaruniakan kenabian pada ruh Nabi sall-Allahu 'alayhi wasallam bahkan sebelum penciptaan Adam; yang Ia telah ciptakan ruh itu, dan Ia limpahkan barakah tak berhingga atas ciptaan ini, dengan menuliskan nama Muhammad sall-Allahu 'alayhi wasallam pada `Arasy Ilahiah, dan memberitahu para Malaikat dan lainnya akan penghargaan-Nya yang tinggi bagi beliau (sall-Allahu 'alayhi wasallam). Hakikat Nabi Muhammad sall-Allahu 'alayhi wasallam telah wujud sejak saat itu, meski tubuh ragawinya baru diciptakan kemudian. Al Syi'bi meriwayatkan bahwa seorang laki-laki bertanya, "Ya RasulAllah, bilakah Anda menjadi seorang Nabi?" Beliau menjawab, "ketika Adam masih di antara roh dan badannya, ketika janji dibuat atasku." Karena itulah, beliau (sall-Allahu 'alayhi wasallam) adalah yang pertama diciptakan di antara para Nabi, dan yang terakhir diutus.

Diriwayatkan bahwa Nabi (sall-Allahu 'alayhi wasallam) adalah satu-satunya yang diciptakan keluar dari sulbi Adam sebelum ruh Adam ditiupkan pada badannya, Karena beliau (sall-Allahu 'alayhi wasallam) adalah sebab dari diciptakannya manusia, beliau (sall-Allahu 'alayhi wasallam) adalah junjungan mereka, substansi mereka, ekstraksi mereka, dan mahkota dari kalung mereka.

`Ali ibn Abi Thalib karram-Allahu wajhahu dan Ibn `Abbas radiy-Allahu 'anhu keduanya meriwayatkan bahwa Nabi (sall-Allahu 'alayhi wasallam) bersabda, "Allah tak pernah mengutus seorang nabi, dari Adam dan seterusnya, melainkan sang Nabi itu harus melakukan perjanjian dengan-Nya berkenaan dengan Muhammad (sall-Allahu 'alayhi wasallam): seandainya Muhammad (SAW) diutus di masa hidup sang Nabi itu, maka ia harus beriman pada beliau (sall-Allahu 'alayhi wasallam) dan mendukung beliau (sall-Allahu 'alayhi wasallam), dan Nabi itu pun harus mengambil janji yang serupa dari ummatnya.

Diriwayatkan bahwa ketika Allah SWT menciptakan Nur Nabi kita Muhammad sall-Allahu 'alayhi wasallam, Ia Subhanahu wa Ta'ala memerintahkan padanya untuk memandang pada nur-nur dari Nabi-nabi lainnya. Cahaya beliau melingkupi cahaya mereka semua, dan Allah SWT membuat mereka berbicara, dan mereka pun berkata, "Wahai, Tuhan kami, siapakah yang meliputi diri kami dengan cahayanya?" Allah Subhanahu wa Ta'ala menjawab, "Ini adalah cahaya dari Muhammad ibn `Abdullah; jika kalian beriman padanya akan Kujadikan kalian sebagai nabi-nabi." Mereka menjawab, "Kami beriman padanya dan pada kenabiannya." Allah berfirman, "Apakah Aku menjadi saksimu?" Mereka menjawab, "Ya." Allah berfirman, "Apakah kalian setuju, dan mengambil perjanjian dengan-Ku ini sebagai mengikat dirimu?" Mereka menjawab, "Kami setuju." Allah berfirman, "Maka saksikanlah (hai para Nabi), dan Aku menjadi saksi (pula) bersamamu."(QS 3:81).

Inilah makna dari firman Allah Subhanahu wa Ta'ala. "Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil perjanjian dari para nabi: `Sungguh, apa saja yang Aku berikan kepadamu berupa kitab dan hikmah, kemudian datang kepadamu seorang Rasul yang membenarkan apa yang ada padamu, niscaya kamu akan sungguh-sungguh beriman kepadanya dan menolongnya.'" (QS 3:81).

Syaikh Taqiyyud Diin al-Subki mengatakan, "Dalam ayat mulia ini, tampak jelas penghormatan kepada Nabi (sall-Allahu 'alayhi wasallam) dan pujian atas kemuliaannya. Ayat ini juga menunjukkan baawa seandainya beliau diutus di zaman Nabi-nabi lain itu, maka risalah da'wah beliau pun harus diikuti oleh mereka. Karena itulah, kenabiannya dan risalahnya adalah universal dan umum bagi seluruh ciptaan dari masa Adam hingga hari Pembalasan, dan seluruh Nabi beserta ummat mereka adalah termasuk pula dalam ummat beliau sall-Allahu 'alayhi wasallam. Jadi, sabda sayyidina Muhammad (sall-Allahu 'alayhi wasallam), "Aku telah diutus bagi seluruh ummat manusia," bukan hanya ditujukan bagi orang-orang di zaman beliau hingga Hari Pembalasan, tapi juga meliputi mereka yang hidup sebelumnya. Hal ini menjelaskan lebih jauh perkataan beliau, "Aku adalah seorang Nabi ketika Adam masih di antara ruh dan badannya." Berpijak dari hal ini, Muhammad (sall-Allahu 'alayhi wasallam) adalah Nabi dari para nabi, sebagaimana telah pula jelas saat malam Isra' Mi'raj, saat mana para Nabi melakukan salat berjama'ah di belakang beliau (yang bertindak selaku Imam). Keunggulan beliau ini akan menjadi jelas nanti di Akhirat, saat seluruh Nabi akan berkumpul di bawah bendera beliau.

Allahumma salli afdalas salaati 'ala habiibikal Mushtofa Sayyidina Muhammadin wa 'ala aalihi wasahbihi wasallaam


Sumber : http://ngaji.net/
Mawahib al-Laduniyyah bi al-Minah al-Muhammadaniyyah[*]
(Kurnia Ilahiah dalam Bentuk Kurnia Muhammadaniyyah)
oleh Ahmad Shihab Al Deen Al Qastallani

Read More...

*Dengan cara inilah sang wanita memohon dengan rayuannya yang halus,
Ketika air matanya meleleh membasahi pipinya.
Bagaimana mungkin ketegaran dan kekuatan sang pria masih tersisa
jika tanpa air mata pun, sang wanita telah menarik hatinya....

Hujan itu membawa pula sekilat halilintar
yang menyalakan sepercik api dalam kalbu sang pria miskin itu.
Karena sang pria adalah budak wajah manis sang wanita,
bagaimanakah keadaannya, ketika sang wanita merendah untuk memohon dengan
penghambaan....

Ketika sang wanita yang nafasnya menggempakan hatimu,
Ketika ia menangis, bagaimanakah lalu perasaanmu?

Ketika ia yang kerlingannya membuat hatimu berdarah,
turun merendah untuk memohon, bagaimana menurutmu?

Dia yang menundukkan diri kita dengan kebanggaan dan kekerasannya,
tuntutan apakah yang tertinggal bagi kita saat ia telah mulai memohon

Ketika ia yang tidak biasa berdagang melainkan dengan tumpahan darah,
akhirnya menyerah, ah! Betapa banyak keuntungan ia peroleh!

Tuhan telah menghiasi mereka “indah pada pandangan manusia;”*
Dari dia, yang Tuhan sendiri telah menghiasinya, dapatkah pria berlari?
Karena Dia telah ciptakan laki-laki “untuk tinggal bersama wanita,”

Bagaimana Adam mampu memisahkan dirinya dari Hawa?
Sekalipun seandainya ia adalah Rustum, anak Zal, dan lebih berani dari
Hamzah,
ia tetap menyerah pada perintah istrinya.

Dan ia yang dengan khutbahnya telah menakjubkan dunia
adalah ia yang mengucap dua kata, “Yaa Humaira!”**

Sekalipun air dapat menang atas api dengan kekuatannya,
air pun mendidih oleh api saat ia berada dalam kendi.
Saat kendi menjadi pemisah antara keduanya,
Udara (keinginan) pun menjadikan aksi sang air nihil.

Terlihat, dirimu adalah pemimpin dari istrimu, bagai air,
Hakikatnya, dirimulah yang dipimpin olehnya dan memohon padanya.
Itulah keanehan lelaki,
Ia tak mampu menahan keinginan hewani-nya,
itulah kelemahannya.

Nabi bersabda bahwa wanita memegang kuasa
atas orang bijak dan atas pria berhati lembut,
Namun orang-orang yang bodoh, lagi-lagi, mengambil keuntungan atas wanita,
Karena orang-orang bodoh adalah kejam dan keras kepala.
Mereka tak miliki kelembutan, kebaikan atau persahabatan,
karena sifat hewani telah mengombang-ambingkan emosi mereka.

Cinta dan kelembutan adalah sifat-sifat kemanusiaan,
Nafsu dan keinginan adalah sifat-sifat hewani.

Wanita adalah secercah cahaya Ilahiah, bukan sekedar seorang permaisuri,
Seakan-akan, Diri dari Sang Pencipta.
Dan bukan sekedar ciptaan.

Matsnawi I:IX*

Catatan
*QS.3:14
**Sayyidina Muhammad (SAW) mengucapkan kedua kata ini bagi istrinya, ‘Aisyah
r.a. Panggilan ini bermakna “Wahai yang pipinya kemerah-merahan”


Sumber : *Mawlana Jalaluddin ar-Rumi*

Read More...

Billy Graham's daughter was interviewed on the Early Show and Jane Clayson asked her

"How could God let something like this Happen?" (regarding Hurricane Katrina)

Anne Graham gave an extremely profound and insightful response.
She said, "I believe God is deeply saddened by this, just as we are, but for years we've been telling God to get out of our schools, to get out of our government and to get out of our lives. And being the gentleman He is, I believe He has calmly backed out. How can we expect God to give us His blessing and His protection if we demand He leave us alone?"

In light of recent events...terrorists attack, school shootings, etc. I think it started when Madeleine Murray O'Hare (she was murdered, her body found recently) complained she didn't want prayer in our schools, and we said OK


Then Dr. Benjamin Spock said we shouldn't spank our children when they misbehave because their little personalities would be warped and we might damage their self-esteem (Dr. Spock's son committed suicide). We said an expert should know what he's talking about. And we said OK.

Now we're asking ourselves why our children have no conscience, why they don't know right from wrong, and why it doesn't bother them to kill strangers, their classmates, and themselves.

Probably, if we think about it long and hard enough, we can figure it out. I think it has a great deal to do with "WE REAP WHAT WE SOW."

Funny how simple it is for people to trash God and then wonder why the world's going to hell. Funny how we believe what the newspapers say, but question what the Bible says. Funny how you can send 'jokes' through e-mail and they spread like wildfire, but when you start sending messages regarding the Lord, people think twice about sharing.

Funny how lewd, crude, vulgar and obscene articles pass freely through cyberspace, but public discussion of God is suppressed in the school and workplace.

Sumber : poeticexpressions
Read More...

Alkisah ada dua orang anak laki-laki, Bob dan Bib, yang sedang melewati lembah permen lolipop. Di tengah lembah itu terdapat jalan setapak yang beraspal. Di jalan itulah Bob dan Bib berjalan kaki bersama. Uniknya, di kiri-kanan jalan lembah itu terdapat banyak permen lolipop yang berwarni-warni dengan aneka rasa. Permen-permen yang terlihat seperti berbaris itu seakan menunggu tangan-tangan kecil Bob dan Bib untuk mengambil dan menikmati kelezatan mereka.


Bob sangat kegirangan melihat banyaknya permen lolipop yang bisa diambil. Maka ia pun sibuk mengumpulkan permen-permen tersebut. Ia mempercepat jalannya supaya bisa mengambil permen lolipop lainnya yang terlihat sangat banyak didepannya. Bob mengumpulkan sangat banyak permen lolipop yang ia simpan di dalam tas karungnya. Ia sibuk mengumpulkan permen-permen tersebut tapi sepertinya permen-permen tersebut tidak pernah habis maka ia memacu langkahnya supaya bisa mengambil semua permen yang dilihatnya.

Tanpa terasa Bob sampai di ujung jalan lembah permen lolipop. Dia melihat gerbang bertuliskan "Selamat Jalan". Itulah batas akhir lembah permen lolipop. Di ujung jalan, Bob bertemu seorang lelaki penduduk sekitar. Lelaki itu bertanya kepada Bob, "Bagaimana perjalanan kamu di lembah permen lolipop? Apakah permen-permennya lezat? Apakah kamu mencoba yang rasa jeruk? Itu rasa yang paling disenangi. Atau kamu lebih menyukai rasa mangga? Itu juga sangat lezat." Bob terdiam mendengar pertanyaan lelaki tadi. Ia merasa sangat lelah dan kehilangan tenaga. Ia telah berjalan sangat cepat dan membawa begitu banyak permen lolipop yang terasa berat di dalam tas karungnya. Tapi ada satu hal yang membuatnya merasa terkejut dan ia pun menjawab pertanyaan lelaki itu, "Permennya saya lupa makan!"

Tak berapa lama kemudian, Bib sampai di ujung jalan lembah permen lolipop. "Hai, Bob! Kamu berjalan cepat sekali. Saya memanggil-manggil kamu tapi kamu sudah sangat jauh di depan saya." "Kenapa kamu memanggil saya?" tanya Bob. "Saya ingin mengajak kamu duduk dan makan permen anggur bersama. Rasanya lezat sekali. Juga saya menikmati pemandangan lembah, indah sekali!" Bib bercerita panjang lebar kepada Bob. "Lalu tadi ada seorang kakek tua yang sangat kelelahan. Saya temani dia berjalan. Saya beri dia beberapa permen yang ada di tas saya. Kami makan bersama dan dia banyak menceritakan hal-hal yang lucu. Kami tertawa bersama." Bib menambahkan.

Mendengar cerita Bib, Bob menyadari betapa banyak hal yang telah ia lewatkan dari lembah permen lolipop yang sangat indah. Ia terlalu sibuk mengumpulkan permen-permen itu. Tapi pun ia sampai lupa memakannya dan tidak punya waktu untuk menikmati kelezatannya karena ia begitu sibuk memasukkan semua permen itu ke dalam tas karungnya.

Di akhir perjalanannya di lembah permen lolipop, Bob menyadari suatu hal dan ia bergumam kepada dirinya sendiri, "Perjalanan ini bukan tentang berapa banyak permen yang telah saya kumpulkan. Tapi tentang bagaimana saya menikmatinya dengan berbagi dan berbahagia." Ia pun berkata dalam hati, "Waktu tidak bisa diputar kembali." Perjalanan di lembah lolipop sudah berlalu dan Bob pun harus melanjutkan kembali perjalanannya.

Dalam kehidupan kita, banyak hal yang ternyata kita lewati begitu saja. Kita lupa untuk berhenti sejenak dan menikmati kebahagiaan hidup. Kita menjadi Bob di lembah permen lolipop yang sibuk mengumpulkan permen tapi lupa untuk menikmatinya dan menjadi bahagia.

Pernahkan Anda bertanya kapan waktunya untuk merasakan bahagia? Jika saya tanyakan pertanyaan tersebut kepada para klien saya, biasanya mereka menjawab, "Saya akan bahagia nanti... nanti pada waktu saya sudah menikah... nanti pada waktu saya memiliki rumah sendiri... nanti pada saat suami saya lebih mencintai saya... nanti pada saat saya telah meraih semua impian saya... nanti pada saat penghasilan sudah sangat besar... "

Pemikiran 'nanti' itu membuat kita bekerja sangat keras di saat 'sekarang'. Semuanya itu supaya kita bisa mencapai apa yang kita konsepkan tentang masa 'nanti' bahagia. Terkadang jika saya renungkan hal tersebut, ternyata kita telah mengorbankan begitu banyak hal dalam hidup ini untuk masa 'nanti' bahagia. Ritme kehidupan kita menjadi sangat cepat tapi rasanya tidak pernah sampai di masa 'nanti' bahagia itu. Ritme hidup yang sangat cepat... target-target tinggi yang harus kita capai, yang anehnya kita sendirilah yang membuat semua target itu... tetap semuanya itu tidak pernah terasa memuaskan dan membahagiakan.

Uniknya, pada saat kita memelankan ritme kehidupan kita; pada saat kita duduk menikmati keindahan pohon bonsai di beranda depan, pada saat kita mendengarkan cerita lucu anak-anak kita, pada saat makan malam bersama keluarga, pada saat kita duduk bermeditasi atau pada saat membagikan beras dalam acara bakti sosial tanggap banjir; terasa hidup menjadi lebih indah.

Jika saja kita mau memelankan ritme hidup kita dengan penuh kesadaran; memelankan ritme makan kita, memelankan ritme jalan kita dan menyadari setiap gerak tubuh kita, berhenti sejenak dan memperhatikan tawa indah anak-anak bahkan menyadari setiap hembusan nafas maka kita akan menyadari begitu banyak detil kehidupan yang begitu indah dan bisa disyukuri. Kita akan merasakan ritme yang berbeda dari kehidupan yang ternyata jauh lebih damai dan tenang. Dan pada akhirnya akan membawa kita menjadi lebih bahagia dan bersyukur seperti Bib yang melewati perjalanannya di lembah permen lolipop.


Sumber : 'teman'

Read More...

The following is the philosophy of Charles Schultz, the creator of the "Peanuts" comic strip.
You don't have to actually answer the questions.
Just read straight through, and you'll get the point.

1. Name the five wealthiest people in the world.

2. Name the last five Heisman trophy winners.

3. Name the last five winners of the Miss America.

4. Name ten people who have won the Nobel or Pulitzer Prize.

5. Name the last half dozen Academy Award winner for best actor and
actress.

6. Name the last decade's worth of World Series winners.


The point is, none of us remember the headliners of yesterday. These are no second-rate achievers. They are the best in their fields. But the
applause dies. Awards tarnish. Acheivements are forgotten. Accolades and certificates are buried with their owners.

See how you do on this one:

1. List a few teachers who aided your journey through school.

2. Name three friends who have helped you through a difficult time.

3. Name five people who have taught you something worthwhile.

4. Think of a few people who have made you feel appreciated and special.

5. Think of five people you enjoy spending time with.



The point is the people who make a difference in your life are not the ones with the most credentials, the most money, or the most awards.
They are the ones that care.

Read More...

Ketika manusia berdoa, “Ya Allah ambillah kesombonganku dariku.”
Allah berkata, “Tidak. Bukan Aku yang mengambil, tapi kau yang harus
menyerahkannya.”

Ketika manusia berdoa, “Ya Allah sempurnakanlah kekurangan anakku yang
cacat.”
Allah berkata, “Tidak. Jiwanya telah sempurna, tubuhnya hanyalah
sementara.”


Ketika manusia berdoa, “Ya Allah beri aku kesabaran.” Allah berkata,
“Tidak. Kesabaran didapat dari ketabahan dalam menghadapi cobaan, tidak
diberikan, kau harus meraihnya sendiri.”

Ketika manusia berdoa, “Ya Allah beri aku kebahagiaan.”
Allah berkata, “Tidak. Kuberi keberkahan, kebahagiaan tergantung
kepadamu sendiri untuk menghargai keberkahan itu.”

Ketika manusia berdoa, “Ya Allah jauhkan aku dari kesusahan.”
Allah berkata, “Tidak. Penderitaan menjauhkanmu dari jerat duniawi dan
mendekatkanmu pada-Ku.”

Ketika manusia berdoa, “Ya Allah beri aku segala hal yang menjadikan
hidup ini nikmat.” Allah berkata, “Tidak. Aku beri kau kehidupan supaya
kau menikmati segala hal.”

Ketika manusia berdoa, “Ya Allah bantu aku MENCINTAI orang lain,
sebesar cinta-Mu padaku.
Allah berkata… “Akhirnya kau mengerti .!!”

Kadang kala kita berpikir bahwa Allah tidak adil, kita telah susah
payah memanjatkan doa, meminta dan berusaha, pagi-siang-malam, tapi tak
ada hasilnya.

Kita mengharapkan diberi pekerjaan, puluhan-bahkan ratusan lamaran
telah kita kirimkan tak ada jawaban sama sekali, sementara orang lain
dengan mudahnya mendapatkan pekerjaan.

Kita sudah bekerja keras dalam pekerjaan mengharapkan jabatan, tapi
justru orang lain yang mendapatkannya tanpa susah payah.

Kita mengharapkan diberi pasangan hidup yang baik dan sesuai, berakhir
dengan penolakan dan kegagalan, orang lain dengan mudah berganti
pasangan.

Kita menginginkan harta yang berkecukupan, namun kebutuhanlah yang
terus meningkat.

Coba kita bayangkan diri kita seperti anak kecil yang sedang demam dan
pilek lalu kita melihat tukang es.
Kita yang sedang panas badannya merasa haus dan merasa dengan minum es
dapat mengobati rasa demam (maklum anak kecil). Lalu kita meminta
pada orang tua kita (seperti kita berdoa memohon pada Allah) dan
merengek agar dibelikan es. Orangtua kita tentu lebih tahu kalau es dapat
memperparah penyakit kita. Tentu dengan segala dalih kita tidak dibelikan es.
Orangtua kita tentu ingin kita sembuh dulu baru boleh minum es yang lezat itu.

Begitu pula dengan Allah, segala yang kita minta Allah tahu apa yang
paling baik bagi kita. Mungkin tidak sekarang, atau tidak di dunia ini
Allah mengabulkannya.

Karena Allah tahu yang terbaik yang kita tidak tahu. Kita sembuhkan
dulu diri kita sendiri dari “pilek” dan “demam”…. dan terus
berdoa.

Sumber : 'Tetangga'

Read More...

Ketika kumohon pada Allah kekuatan,
Allah memberiku kesulitan agar aku menjadi kuat…

Ketika kumohon pada Allah kebijaksanaan,
Allah memberiku masalah untuk kupecahkan…


Ketika kumohon pada Allah kesejahteraan,
Allah memberiku akal untuk berfikir…

Ketika kumohon pada Allah keberanian,
Allah memberiku kondisi bahaya untuk kuatasi…

Ketika kumohon pada Allah sebuah cinta,
Allah memberiku orang bermasalah untuk kutolong…

Ketika kumohon pada Allah bantuan,
Allah memberiku kesempatan…

Aku tidak pernah menerima apa yang kupinta
Tapi aku menerima segala yang kubutuhkan
Doaku terjawab sudah…..

Sumber : 'Tetangga'

Read More...

  Diam

By. Mr. J | 4:47 PM | | 0 Whisper »

ORANG bijak berkata: “Kebenaran itu bukan untuk dipelajari, melainkan
ditemukan.” Pertanyaannya adalah: “Di mana mencarinya?” Jawabnya: “Di dalam
diam!” Sebab, di dalam diam itu kita bisa berbicara dengan hati. Hati itu
merupakan teleskop dari jiwa, sedangkan mata merupakan teleskop dari hati.

Contoh. Kita sering mempertunjukkan kekerdilan diri karena tidak mau diam.
Mulut nyerocos, tahu-tahu tidak nyambung antara keinginan hati dan paparan mulut.
Berbuih-buih sudah mulut berkoar, akhirnya kebohongannya terkuak dan sulit
ditambal.


Padahal, asal tahu saja, diam adalah perisai orang bodoh dan pelindung bagi
orang bijak. Orang bodoh tak perlu membuktikan kebodohannya bila ia diam,
dan orang bijak tak akan melemparkan mutiara ke depan babi bila ia tahu nilai
diam.
Dengan diam –sembari belajar sabar– sebuah soal yang pelik bisa
terpecahkan.

Anda pernah dengar kisah Nasrudin mencari jarum di halaman rumahnya?
Berjam-jam dia mencari jarum yang hilang itu hingga membuat seluruh tetangganya
tergerak.
Ramai-ramai mereka ikut sibuk membantu Nasrudin, tapi jarum yang dicari
tidak ditemukan. Seperti lenyap tertelan bumi.

Namun, ada seorang yang diam, yang hanya memperhatikan polah tingkah mereka.
Lama-lama orang ini mendekati Nasrudin dan bertanya: “Anda mencari apa?”
Jarum yang hilang. “Di mana jarum itu terjatuh?” Nasrudin menjawab: “Di dalam
rumah.”
Lho, kok, dicari di halaman rumah? “Ya, di dalam rumah gelap, tapi di
halaman ini terang.”

Logika Nasrudin memang sering terbolak-balik. Namun, dari cerita ini bisa
ditarik garis apa saja. Misalnya, bahwa sebenarnya kehidupan itu intinya ada
di hati. Jika “hati itu gelap”, sulit menemukan kebenaran. Jadi, butuh “cahaya”
Ilahi. Sebenarnya pula, tiada sesuatu kehidupan yang tanpa makna. Hanya
karena tak memahaminya, maka kita berada dalam kegelapan.
Sebenarnya, setiap gerak, isyarat, bentuk, suara, perkataan, ekspresi,
suasana, semuanya menjadi ekspresi sifat dan karakter seseorang. Tanpa harus
berbicara, mata seseorang sudah bisa terlihat, adakah dia ridha atau tidak, mau atau
enggan, menolak atau menyetujui, cinta atau benci, bohong atau jujur.
Bahkan, kearifan dan kebodohan semua menjelma melalui mata.

Melalui mata pula akan ketahuan bahwa persahabatan itu sebatas kepentingan
profesional, penuh pamrih atau setengah tulus. Tak bisa dimungkiri bahwa
tiada hidup yang tanpa pamrih, baik kepada orangtua, anak, istri, mertua, maupun
tetangga. Yang membedakan cuma kadar kepamrihannya.
Kita sering tak peduli pada tawa dan tangis orang lain. Banyak orang kaya
dan punya kedudukan, tapi acap dipenuhi kekecewaan. Ia sering sedih tanpa tahu
penyebabnya. Ia merindukan kebahagiaan. Pepatah Hindu mengatakan: “Makin
kita mengejar kebahagiaan, makin tak bahagia keadaan yang kita temukan.”

Itu karena kita kurang merenung, dan “diam”. Hati kita tak lagi peka
mendengar “suara” orang lain. Bila kita tak mampu memahami masalah sendiri dengan
dalam, bagaimana bisa memahami orang lain? Maka, yang muncul kemudian adalah
menyalahkan, menyikut, mempermalukan, membodohi, dan menipu orang lain. Kita
jadi licik. Ini sebuah soal yang terasa makin jamak di negeri ini.
“Oleh karena itu, yang penting bagimu, kerjakanlah apa-apa yang baik bagimu
dan bukan yang baik menurut mereka, sembari kau serahkan jiwa ragamu kepada
Tuhan,” tulis Jatiswara Kawedar. Dan, Anda pernah mendengar bahwa, “Manusia itu
sesungguhnya adalah gurunya sendiri; di dalam dirinya sendiri terdapat
rahasia keberadaannya. “

Maka sekali-sekali diam dan merenunglah.

Sumber : 'Tetangga'

Read More...

Connecting to Heaven & Earth Messenger…,

Sign in…..,

TUHAN :
Kamu memanggilKu ?

AKU :
Memanggilmu?
Tidak.. Ini siapa ya?

TUHAN :
Ini TUHAN.
Aku mendengar doamu.
Jadi Aku ingin berbincang-bincang denganmu.

AKU :
Ya, saya memang sering berdoa, hanya agar saya merasa lebih baik.
Tapi sekarang saya sedang sibuk, sangat sibuk.

TUHAN :
Sedang sibuk apa? Semut juga sibuk.

AKU :
Nggak tau ya.
Yang pasti saya tidak punya waktu luang sedikitpun.
Hidup jadi seperti diburu-buru.
Setiap waktu telah menjadi waktu sibuk.


TUHAN :
Benar sekali.
Aktivitas memberimu kesibukan.
Tapi produktivitas memberimu hasil.
Aktivitas memakan waktu, produktivitas membebaskan waktu.

AKU :
Saya mengerti itu.
Tapi saya tetap tidak dapat menghindarinya.
Sebenarnya, saya tidak mengharapkan Tuhan mengajakku chatting seperti ini.

TUHAN :
Aku ingin memecahkan masalahmu dengan waktu,
dengan memberimu beberapa petunjuk.
Di era internet ini, Aku ingin menggunakan medium yang lebih nyaman
untukmu daripada mimpi, misalnya.

AKU :
OKE, sekarang beritahu saya, mengapa hidup jadi begitu rumit?

TUHAN :
Berhentilah menganalisa hidup.
Jalani saja.
Analisalah yang membuatnya jadi rumit.

AKU :
Kalau begitu mengapa kami manusia tidak pernah merasa senang?

TUHAN :
Hari ini adalah hari esok yang kamu khawatirkan kemarin.
Kamu merasa khawatir karena kamu menganalisa.
Merasa khawatir menjadi kebiasaanmu.
Karena itulah kamu tidak pernah merasa senang.

AKU :
Tapi bagaimana mungkin kita tidak khawatir jika ada begitu
banyak ketidakpastian.

TUHAN :
Ketidakpastian itu tidak bisa dihindari.
Tapi kekhawatiran adalah sebuah pilihan.

AKU :
Tapi, begitu banyak rasa sakit karena ketidakpastian.

TUHAN :
Rasa sakit tidak bisa dihindari,
tetapi penderitaan adalah sebuah pilihan.

AKU :
Jika penderitaan itu pilihan, mengapa orang baik selalu menderita?

TUHAN :
Intan tidak dapat diasah tanpa gesekan.
Emas tidak dapat dimurnikan tanpa api.
Orang baik melewati rintangan, tanpa menderita.
Dengan pengalaman itu, hidup mereka menjadi lebih baik, bukan sebaliknya.

AKU :
Maksudnya pengalaman pahit itu berguna?

TUHAN :
Ya.
Dari segala sisi, pengalaman adalah guru yang keras.
Guru pengalaman memberi ujian dulu, baru pemahamannya.

AKU :
Tetapi, mengapa kami harus melalui semua ujian itu?
Mengapa kami tidak dapat hidup bebas dari masalah?

TUHAN :
Masalah adalah rintangan yang ditujukan untuk meningkatkan kekuatan
mental.
Kekuatan dari dalam diri bisa keluar melalui perjuangan dan rintangan,
bukan dari berleha-leha.

AKU :
Sejujurnya, di tengah segala persoalan ini, kami tidak tahu kemana harus
melangkah…

TUHAN :
Jika kamu melihat ke luar, maka kamu tidak akan tahu kemana kamu
melangkah.
Lihatlah ke dalam.
Melihat ke luar, kamu bermimpi.
Melihat ke dalam, kamu terjaga.
Mata memberimu penglihatan.
Hati memberimu arah.

AKU :
Kadang-kadang ketidakberhasilan membuatku menderita.
Apa yang dapat saya lakukan?

TUHAN :
Keberhasilan adalah ukuran yang dibuat oleh orang lain.
Kepuasan adalah ukuran yang dibuat olehmu sendiri.
Mengetahui tujuan perjalanan akan terasa lebih memuaskan daripada
mengetahui bahwa kau sedang berjalan.
Bekerjalah dengan kompas, biarkan orang lain berkejaran dengan waktu.

AKU :
Di dalam saat-saat sulit, bagaimana saya bisa tetap termotivasi?

TUHAN :
Selalulah melihat sudah berapa jauh saya berjalan, daripada masih berapa
jauh saya harus berjalan.
Selalu hitung yang harus kau syukuri, jangan hitung apa yang tidak kau
peroleh.

AKU :
Apa yang menarik dari manusia?

TUHAN :
Jika menderita, mereka bertanya “Mengapa harus aku?”.
Jika mereka bahagia, tidak ada yang pernah bertanya “Mengapa harus aku?”

AKU :
Kadangkala saya bertanya, siapa saya, mengapa saya di sini?

TUHAN :
Jangan mencari siapa kamu, tapi tentukanlah ingin menjadi apa kamu.
Berhentilah mencari mengapa saya di sini.
Ciptakan tujuan itu.
Hidup bukanlah proses pencarian, tapi sebuah proses penciptaan.

AKU :
Bagaimana saya bisa mendapatkan yang terbaik dalam hidup ini?

TUHAN :
Hadapilah masa lalumu tanpa penyesalan.
Peganglah saat ini dengan keyakinan.
Siapkan masa depan tanpa rasa takut.

AKU :
Pertanyaan terakhir, Tuhan.
Seringkali saya merasa doa-doaku tidak dijawab.

TUHAN :
Tidak ada doa yang tidak dijawab.
Seringkali jawabannya adalah TIDAK.

AKU :
Terima kasih Tuhan atas chatting yang indah ini.

TUHAN :
Oke.
Teguhlah dalam iman, dan buanglah rasa takut.
Hidup adalah misteri untuk dipecahkan, bukan masalah untuk diselesaikan.
Percayalah padaKu.
Hidup itu indah jika kamu tahu cara untuk hidup.

………TUHAN has signed out

Sumber : IndoJOB.co.id

Read More...

Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?
Apakah kejahatan itu ada? Apakah Tuhan menciptakan kejahatan?

Seorang Profesor dari sebuah universitas terkenal menantang mahasiswa-mahasiswanya dengan pertanyaan ini, “Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?”.

Seorang mahasiswa dengan berani menjawab, “Betul, Dia yang menciptakan semuanya”. “Tuhan menciptakan semuanya?”
Tanya professor sekali lagi. “Ya, Pak, semuanya” kata mahasiswa tersebut.


Profesor itu menjawab, “Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan menciptakan Kejahatan.
Karena kejahatan itu ada, dan menurut prinsip kita bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita bisa berasumsi bahwa Tuhan itu adalah
kejahatan.”

Mahasiswa itu terdiam dan tidak bisa menjawab hipotesis professor tersebut. Profesor itu merasa menang dan menyombongkan diri bahwa sekali lagi dia telah membuktikan kalau agama itu adalah sebuah mitos.

Mahasiswa lain mengangkat tangan dan berkata, “Profesor, boleh saya bertanya sesuatu?”

“Tentu saja,” jawab si Profesor

Mahasiswa itu berdiri dan bertanya, “Profesor, apakah dingin itu ada?”

“Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja dingin itu ada. Kamu tidak pernah sakit flu?” Tanya si professor diiringi tawa mahasiswa lainnya.

Mahasiswa itu menjawab, “Kenyataannya, Pak, dingin itu tidak ada. Menurut hukum fisika,yang kita anggap dingin itu adalah ketiadaan panas.
Suhu -460F adalah ketiadaan panas sama sekali. Dan semua partikel menjadi diam dan tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut. Kita menciptakan kata dingin untuk mendeskripsikan ketiadaan panas.

Mahasiswa itu melanjutkan, “Profesor, apakah gelap itu ada?”

Profesor itu menjawab, “Tentu saja itu ada.”

Mahasiswa itu menjawab, “Sekali lagi anda salah, Pak. Gelap itu juga tidak ada. Gelap adalah keadaan dimana tidak ada cahaya. Cahaya bisa kita pelajari, gelap tidak. Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk memecahkan cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari
berbagai panjang gelombang setiap warna. Tapi Anda tidak bisa mengukur gelap. Seberapa gelap suatu ruangan diukur dengan berapa intensitas
cahaya di ruangan tersebut. Kata gelap dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan cahaya.”

Akhirnya mahasiswa itu bertanya, “Profesor, apakah kejahatan itu ada?”

Dengan bimbang professor itu menjawab, “Tentu saja, seperti yang telah kukatakan sebelumnya.Kita melihat setiap hari di Koran dan TV. Banyak perkara kriminal dan kekerasan di antara manusia. Perkara-perkara tersebut adalah manifestasi dari kejahatan.”

Terhadap pernyataan ini mahasiswa itu menjawab, “Sekali lagi Anda salah, Pak.Kejahatan itu tidak ada. Kejahatan adalah ketiadaan Tuhan.
Seperti dingin atau gelap, kejahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan Tuhan. Tuhan tidak menciptakan kejahatan. Kejahatan adalah hasil dari tidak adanya kasih Tuhan dihati manusia. Seperti dingin yang timbul dari ketiadaan panas dan gelap yang timbul dari ketiadaan cahaya.”

Profesor itu terdiam.

Nama mahasiswa itu adalah Albert Einstein.


Sumber : 'Tetangga'

Read More...